Arah Prioritas Investasi dan Kebijakan Pembangunan untuk Mewujudkan Visi Jangka Panjang Kota Tebing Tinggi

KotaTebingTinggi.WordPress.ComVisi jangka panjang (20 tahun, 2006-2025) Kota Tebing Tinggi adalah menjadi: “Kota Jasa dan Perdagangan dengan sumberdaya manusia yang berkualitas“. Untuk mendapatkan gambaran arah prioritas investasi dan kebijakan pembangunan, kami mohon kesediaan para pengunjung dari Kota Tebing Tinggi untuk mengikuti jajak pendapat berikut ini. Terima kasih.
Klik untuk mengikuti dan melihat hasil jajak pendapatnya

Aside | Posted on by | Tagged , , , | 5 Comments

Musrenbang Kota Tebingtinggi 2016: Arah Pembangunan Menuju Pusat Jasa dan Perdagangan

Sumber: http://hariansib.co/, Jumat, 13 Maret 2015

Mengacu pada Perda No. 3 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2011-2016 yang memasuki tahun ke lima, sekaligus merupakan tahun ketiga RPJMD Provinsi Sumut tahun 2013-2018 dan persiapan untuk menyongsong tahun kedua RPJMN tahun 2015-2019, maka fokus dan arah kebijakan pembangunan untuk mewujudkan Kota Tebing Tinggi sebagai Menuju Pusat Jasa dan Perdagangan harus semakin ditingkatkan.

Tahap pembangunan 2016 Kota Tebing Tinggi terutama diarahkan untuk mendukung tercapainya Tebing Tinggi sebagai Kota Jasa dan Perdagangan serta Industri yang maju dan modern. Dtekankan bahwa partisipasi aktif warga masyarakat dalam memelihara hasil pembangunan sangat diharapkan. Demikian pointer arahan walikota diwakili Sekdako Tebing Tinggi, Johan Samose Harahap, pada penutupan Musrenbang tahun 2016, Kamis sore (12/3) di gedung Balai Pertemuan Kartini kota setempat.

Menurut walikota, usulan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Provinsi Sumatera Utara akan disampaikan ke provinsi pada tanggal 20 Maret 2015 dan akan dibahas dalam forum Musrenbang SKPD Provinsi Sumut, sedangkan khusus APBN tahun 2016 selambat-lambatnya tanggal 13 maret 2016 disampaikan ke Bappeda Kota Tebing Tinggi dengan dilengkapi studi kelayakan (FS), Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Khusus untuk dana DAK agar usulannya dibawa langsung oleh SKPD yang mengusulkan dana dimaksud ke kementerian atau lembaga terkait, dan harus sudah disampaikan pada bulan Maret 2015 sebelum Musrenbangnas, sedangkan usulan kegiatan yang merupakan hasil sinkronisasi dan kompilasi forum gabungan SKPD yang dihasilkan pada Desk Prioritas Pembangunan tahun 2016 merupakan bahan rancangan akhir RKPD tahun 2016 untuk ditetapkan sebagai dokumen RKPD tahun 2016.

Posted in Berita | Tagged , , , | Leave a comment

Menelusuri Lahirnya “IKU” di Malang — Provinsi Jawa Timur

Apakah IKU? Apa manfaat dari IKU bagi peningkatan pelayanan masyarakat? Mari kita menonton IKU = Indikator Kinerja Utama SKPD.

Posted in Info, Video | Leave a comment

Profil Kemiskinan Sumatera Utara Maret 2014

Bagaimana Profil Kemiskinan di Sumatera Utara hingga Maret 2014? Dari Berita Resmi Statistik yang disajikan oleh BPS Sumatera Utara, No. 47/07/12/Th. XVII di dapat gambaran sebagai berikut.

Jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara pada Maret 2014 sebanyak 1.286.700 orang (9,38%), angka ini berkurang sebanyak 129.700 orang bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin September 2013 yang berjumlah 1.416.400 orang (10,39%).

Selama periode September 2013 – Maret 2014, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 60.000 orang (dari 714.500 orang pada September 2013 menjadi 654.500 orang pada Maret 2014), sedangkan di daerah perkotaan berkurang 69.700 orang (dari 701.900 orang pada September 2013 menjadi 632.200 orang pada Maret 2014).

Penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret sebesar 9,35 persen, turun dibanding September 2013 yang sebesar 10,45 persen. Begitu juga dengan penduduk miskin di daerah perdesaan, yaitu dari 10,33 persen pada September 2013 turun menjadi 9,40 persen pada Maret 2104.

Pada Maret 2014 garis kemiskinan Sumatera Utara secara total sebesar Rp.318.398,- per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya sebesar Rp.338.234,- dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp.299.145,- per kapita per bulan.

Pada periode September 2013 – Maret 2014, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. P1 turun dari 1,719 pada September 2013 menjadi 1,467 pada Maret 2014, dan P2 turun dari 0,458 pada September 2013 menjadi 0,373 pada Maret 2014. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin mengecil.

Download: BRS Nomor Release: No. 47/07/12/Th. XVII tentang Profil Kemiskinan Sumatera Utara Maret 2014

Posted in Berita, Data | Tagged , , , | Leave a comment