Pelajaran dari Pemkot Medan untuk Perbaikan Kinerja Pemerintahan di Kota Tebing Tinggi

Disiplin PNS KotaTebingTinggi.WordPress.comPelajaran apa yang bisa diambil oleh Pemko Tebing Tinggi dari berita AntaraSumut.com yang berjudul “Tiga Kali Tak Apel, TPP Pegawai Pemkot Medan Tak Dibayar“?

Dalam berita disebutkan bahwa “Wali Kota Medan Rahudman Harahap melarang pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) kepada pegawai yang tidak mengikuti apel pagi dan sore sebanyak tiga kali“.

Bagi Pemkot Tebing Tinggi, ide pendisiplinan PNS dengan pelarangan pembayaran TPP dapat ditiru dan dikembangkan lebih lanjut:

  1. Diterapkan di seluruh SKPD Kota Tebing Tinggi, tidak sebatas lingkup Sekretariat Kota saja.
  2. Tidak hanya menilai disiplin PNS dalam apel pagi dan sore, tetapi juga menilai pencapaian sasaran kerja pegawai. Lihat penjelasannya di tulisan “Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (berdasarkan PP nomor 46 tahun 2011)

Penggabungan upaya perbaikan perilaku kerja (dalam hal ini berupa pendisiplinan PNS) dengan penilaian pencapaian target sasaran kerja pegawai sangat penting. Mengapa?  Karena bisa saja  “disiplin apel pagi dan sore” ditingkatkan, tetapi tidak memperbaiki kinerja pencapaian sasaran kerja PNS Kota Tebing Tinggi.

Pelajaran berikut yang dapat ditarik adalah mengenai: “peningkatan peran PNS untuk ikut serta dalam mesosialisasikan program-program pembangunan kepada masyarakat“. Ini merupakan ide sederhana tetapi dapat berdampak sistematis. Dengan sosialisasi yang lebih baik, maka di masyarakat akan tumbuh rasa memiliki  dan rasa tanggun jawab,  yang merupakan variabel pendorong peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam pembangunan di Kota Tebing Tinggi.

Bayangkan bila di masyarakat Kota Tebing Tinggi tidak ada rasa memiliki dan rasa tanggungjawab, kecuali rasa apatis (tidak peduli) dan anti Pemko Tebing Tinggi? Mungkinkah masyarakat mau secara sukarela berperan aktif dalam pembangunan di Kota Tebing Tinggi?

Masih terkait dengan hal di atas, pelajaran berikut yang dapat diambil oleh Kota Tebing Tinggi adalah pandangan paradigmatis berikut ini: “masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah baik itu camat maupun lurah, melainkan tanggung jawab kita semua

Bagi banyak orang, arahan di atas adalah arahan klise. Padahal arahan di atas adalah arahan yang bersifat paradigmatis; mempengaruhi pilihan program dan kegiatan SKPD. Bila SKPD meyakini pandangan di atas, maka pilihan program SKPD itu akan cenderung bersifat PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Dan bila masyarakat sudah fungsional dan berdaya, maka beberapa permasalahan tingkat RT dapat diselesaikan sendiri oleh masyarakat tersebut, sehingga dana yang terbatas dapat difokuskan untuk hal lain yang lebih strategis.

Demikian beberapa pelajaran yang dapat di tarik dari arahan Walikota Medan dari berita “Tiga Kali Tak Apel, TPP Pegawai Pemkot Medan Tak Dibayar“. Berita selengkapnya adalah sebagai berikut:

Tiga Kali Tak Apel, TPP Pegawai Pemkot Medan Tak DibayarMedan, 28/2 (antarasumut) – Wali Kota Medan Rahudman Harahap melarang pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) kepada pegawai yang tidak mengikuti apel pagi dan sore sebanyak tiga kali.“ Mulai Maret ini, bagi pegawai yang tidak mengikuti apel pagi maupun sore sebanyak tiga kali, maka saya minta TPP-nya untuk tidak dibayarkan. Ini berlaku untuk seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan,” katanya ketika memimpin apel pagi di Balai Kota Medan, Kamis .Menurut dia, sikap tegas ini diambil setelah melihat tingkat disiplin pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan mulai menurun. Hal ini ditandai dengan terus berkurangnya jumlah pegawai yang mengikuti apel pagi dan sore. Padahal sisiplin pegawai di lingkungan Sekretariat Kota Medan merupakan gambaran Pemko Medan keseluruhan.

“Yang saya lakukan ini dalam upaya peningkatan disiplin, sebab Pemko Medan telah berupaya meningkatkan kesejahteraan para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Makanya, saya tuntut mereka untuk meningkatkan kinerja, terutama menyangkut masalah disiplin. Selain itu untuk membangkitkan semangat dan korps kita,” katanya.

Bagi pegawai yang merasa keberatan dengan langkah yang diambilnya ini, Wali Kota mempersilahkan untuk pindah atau keluar dari Pemko Medan. Sebab, Wali Kota tidak membutuhkan pegawai-pegawai yang tidak disiplin.

“Jika Anda keberatan, silahkan pindah, saya tidak akan menghalanginya. Sebab, banyak pegawai dari luar yang ingin pindah ke Kota Medan. Jadi saya berharap tanamkan rasa disiplin dalam diri kita masing-masing,” ungkapnya.

Selain masalah disiplin, Wali Kota juga mengajak seluruh pegawai untuk ikut mesosialisasikan program-program pembangunan kepada masyarakat. Dengan sosialisasi yang dilakukan, diharapkan akan tumbuh rasa memiliki akan kota ini. Kemudian, rasa tanggun jawab dan ikut berperan dalam mendukung pembangunan di Kota Medan.

Kepada para pejabatnya baik di lingkungan Sekretariat Kota Medan maupun masing-masing Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), Wali Kota berpesan untuk terus membina dan mengayomi bawahannya. Artinya, para pejabat yang bersangkutan harus menjadi contoh yang baik kepada bawahannya masing-masing.

Mengingat Pilgubsu 2013 tinggal seminggu lagi, dia berpesan kepada seluruh pegawai untuk menjaga keamanan dan kekondusifan Kota Medan, serta ikut mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan baik pada 7 Maret mendatang, termasuk para pegawai sendiri. “Gunakanlah hak pilih sesuai dengan hati nurani masing-masing!” himbaunya.

Selanjutnya dia menjelaskan, tim pemantau dua Piala Adipura akan turun untuk melakukan penilaian. Karenanya, dia kembali meminta kepada seluruh pegawai untuk mendorong masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan linbgkungan masing-masing. Sebab, masalah kebersihan bukan semata tanggung jawab pemerintah tetapi seluruh lapisan masyarakat.

“Tumbuhkan peran serta dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya kebersihan. Pasalnya, masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah baik itu camat maupun lurah melainkan tanggung jawab kita semua. Apalagi hasil penilaian yang dilakukan kali ini sangat menentukan apakah Kota Medan mendapatkan Piala Adipura Kecana atau hanya sekedar Piala Adipura saja,” jelasnya. (ril)

Advertisements

About kotatebingtinggi

Ini hanyalah weblog TIDAK RESMI dari Kota Tebing Tinggi. Terima kasih atas fasilitas dari WORDPRESS.COM. Weblog ini dikelola oleh: https://www.facebook.com/rusmanik
This entry was posted in Berita, Diskusi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Mohon masukan dan kritikan konstruktif. Terimakasih

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s