Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai dan Kabupaten Batu Bara Bahas Upaya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Sumber: harianANDALAS.com, Sabtu 30 Maret 2013
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Kesejahteraan Republik Indonesia (Kemenkokesra) yang telah meluncurkan Program Strategic Alliance for Poverty Alleviation (SAPA) di seluruh kawasan Indonesia. Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kabupaten Batu Bara yang tergabung menjadi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) menjadi daerah sasaran program SAPA di kawasan Sumut.

Sebagai bentuk kemitraan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan berbasiskan kapasitas dan karakteristik kemiskinan pada masing-masing daerah.

Tiga kabupaten/ kota mengadakan pertemuan bersama membahas dan mereview atas implementasi program SAPA yang telah dicapai dan perumusan model integrasi para pelaku penanggulangan kemiskinan. Acara diselenggarakan di Aula Pondok Bagelen Kota Tebing Tinggi, kemarin.

pembahasan_kemiskinan_pada_Review_Implementasi_Program_SAPA

Wabup Sergai Ir H Soekirman yang menjadi Ketua TKPKD Sergai bersama Wawakot Tebing Tinggi H. Irham Taufik SH MAP mendapat kehormatan menjadi narasumber, yang turut dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, perwakilan Pemkab Batu Bara. Kabag Humas Sergai Dra Indah Dwi Kumala, Camat Tebing Tinggi Drs Ramadhan Purba, Koordinator Program SAPA Fakhrulsyah Mega dan Kepala SKPD Pemko Tebing Tinggi.

Kabupaten Sergai yang ditetapkan Kemenkokesra sebagai lokasi inti daerah sasaran program SAPA, dalam paparannya, Wabup Soekirman mengemukakan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, Pemkab Sergai telah memfokuskan berbagai kiebijakan maupun program dalam beberapa kluster. Salah satu kluster tersebut adalah program percepatan penanggulangan kemiskinan.

Menurut Koordinator Program SAPA Fakhrulsyah Mega, beberapa fokus yang sudah berjalan sampai saat ini antara lain:

  1. Memperkuat sekaligus memberdayakan perencanaan dan penganggaran berpihak pada masyarakat kurang mampu dan perempuan.
  2. Mengintegrasikan data dan informasi kemiskinan,
  3. Memperkuat kapasitas kelembagaan pemangku kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan, serta
  4. Melakukan advokasi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Untuk itu, diharapkan agar aliansi dari beragam pemangku kepentingan yang mempunyai fokus dalam program dan kebijakan pengurangan serta pemberdayaan penduduk miskin, pengembangan kapasitas pemerintah daerah.

Kemudian pengembangan inovasi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang dapat dilakukan secara integrasi, holistik dan konsisten berbasis pada masyarakat kurang mampu,” kata Fakhrulsyah.(RYAD)

Advertisements

About kotatebingtinggi

Ini hanyalah weblog TIDAK RESMI dari Kota Tebing Tinggi. Terima kasih atas fasilitas dari WORDPRESS.COM. Weblog ini dikelola oleh: https://www.facebook.com/rusmanik
This entry was posted in Berita, Diskusi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Mohon masukan dan kritikan konstruktif. Terimakasih

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s