Hubungan kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi pensiun pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara

Oleh: Hairani Lubis, Sumber: http://mulok.library.um.ac.id/
Pensiun sering ditandai dengan munculnya post power syndrome antara lain kecemasan karena pendapatan berkurang, kehilangan fasilitas dan jabatan, penurunan kesehatan, dan kehilangan relasi sosial.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran tingkat kecerdasan emosi, 2) gambaran tingkat kecemasan menghadapi pensiun, 3) hubungan kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi pensiun pada PNS di Pemko Tebing Tinggi.

Kecemasan Menghadapi Pensiun. Sumber gambar: www.portal.tahupedia

Kecemasan Menghadapi Pensiun. Sumber gambar: http://www.portal.tahupedia

Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan besaran populasi 2.967 orang PNS Pemko Tebing Tinggi, dan sampel 50 orang yang ditentukan dengan purposive sampling. Data kecerdasan emosi dikumpulkan dengan skala kecerdasan emosi (koefisien validitas item antara 0,320 sampai 0,829 dan koefisien relibialitas 0,894), data kecemasan menghadapi pensiun dikumpulkan dengan skala kecemasan menghadapi pensiun (koefisien validitas item antara 0,302 sampai 0,823 dan koefisien reliabilitas item 0,948).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosi dan kecemasan menghadapi pensiun pada PNS Pemko Tebing Tinggi (rxy = -0,961 sig = 0,001 < 0,05). Artinya, semakin tinggi kecemasan menghadapi pensiun pada PNS maka semakin rendah kecerdasan emosinya, sebaliknya semakin rendah kecemasan menghadapi pensiun PNS semakin tinggi pula kecerdasan emosinya.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 43 orang (86%) PNS Pemko Tebing Tinggi memiliki kecerdasan emosi tinggi, 5 orang (10%) kategori sangat tinggi, sebesar 2 orang (6%) kategori rendah, dan sebanyak 34 orang (68%) PNS Pemko Tebing Tinggi memiliki kecemasan menghadapi pensiun rendah, 10 orang (20%) kategori sangat rendah, sebanyak 6 orang (12%) kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada:

  1. Walikota untuk mengadakan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengurangi kecemasan menghadapi pensiun selain pelatihan kewirausahaan dan manajemen stress,
  2. PNS yang akan memasuki masa pensiun agar lebih melatih kecerdasan emosi, lebih mengenali dan mengelola emosi diri, memotivasi diri, meningkatkan relasi sosial,
  3. Psikolog dapat bekerjasama dengan pemerintah atau instansi yang terkait dengan pensiun dalam mengadakan pelatihan kecerdasan emosi, psikolog sebagai perancang, pemateri, sekaligus pelatih kecerdasan emosi.
Advertisements

About kotatebingtinggi

Ini hanyalah weblog TIDAK RESMI dari Kota Tebing Tinggi. Terima kasih atas fasilitas dari WORDPRESS.COM. Weblog ini dikelola oleh: https://www.facebook.com/rusmanik
This entry was posted in Diskusi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Mohon masukan dan kritikan konstruktif. Terimakasih

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s