Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Tebing Tinggi

Oleh: Gom Gom E P Manalu dan Yusandy Aswad ST.MT, dari portalgaruda.org

Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan sangat diperhatikan untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya memahami karakteristik kecelakaan. Pada penelitian ini dibahas masalah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Tebing Tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). karakterisitik kecelakaan, 2). mengetahui lokasi rawan kecelakaan (black spot) di Kota Tebing Tinggi, dan 3). mengetahui besaran biaya kecelakaan.

Laka Lakantas di Kota Tebing Tinggi

Laka Lakantas di Kota Tebing Tinggi. Gambar dari: http://www.simantab.com/?p=7530

Metode yang digunakan untuk mengetahui karateristik kecelakaan adalah metode karateristik. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan antara lain metode frekuensi dan metode tingkat kecelakaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui besaran biaya kecelakaan dengan Metode Groos Output.

Daerah / lokasi rawan kecelakaan (black spot) adalah suatu lokasi dimana tingkat kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu.

Data yang digunakan adalah data jumlah kecelakaan yang terjadi di Kota Tebing Tinggi yang terjadi pada tahun 2007-2011 yang dikelompokkan berdasarkan karateristik.

Gambaran komposisi karakteristik kecelakaan adalah sebagai berikut : Hari Sabtu sebanyak 101 kecelakaan (21,12%), waktu terang sebanyak 247 kecelakaan (51,67%), kecelakaan fatal sebanyak 295 kecelakaan (61,71%), tabrakan depan-depan sebanyak 193 kecelakaan (40,37%), sepeda motor sebanyak 552 unit (63,59%), luka ringan sebanyak 410 orang (41,22%), laki-laki sebanyak 999 orang (78,84%), usia diatas 46 tahun sebanyak 255 orang (20,12%), pekerjaan pegawai swasta/karyawan sebanyak 363 orang (28,65%).

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat 4 titik lokasi rawan kecelakaan (black spot), yaitu:  di segmen ruas jalan Kol. Yos Sudarso yaitu: Sta 74+800, Sta 75+00, Sta 75+300 dan Sta 75+50.

Hasil analisis juga didapat bahwa biaya korban kecelakaan lalu lintas dengan total biaya Rp. 11.293.830.194 dan biaya kecelakaan lalu lintas dengan total biaya Rp. 14.175.152.920.

Advertisements

About swamandiri

Rusman R. Manik. Minat pada pengembangan local good governance. Selamat datang di SWAMANDIRI.wordpress.COM. Berbagi utk pengembangan local good governance.
This entry was posted in Data, Diskusi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Mohon masukan dan kritikan konstruktif. Terimakasih

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s