Tingkat Kebahagiaan Masyarakat Kota Tebing Tinggi

Disarikan oleh: Rusman Manik, dari Indeks Kebahagiaan Sumatera Utara

Kota Tebing Tinggi semakin maju. Secara fisik, kemajuan itu dapat dilihat dari pembangunan fisik yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. Kemajuan itu juga dapat dilihat dari pertumbuhan PDRB Perkapita atau peningkatan Indeks Pembangunan Manusianya. Tapi, apakah masyarakat Kota Tebing Tinggi bahagia dan seberapa bahagiakah masyarakat Kota Tebing Tinggi?

Produktif membuat kita bahagia. Tapi BAHAGIA pun semakin membuat kita PRODUKTIF

Produktif membuat kita bahagia. Tapi BAHAGIA pun semakin membuat kita PRODUKTIF

Informasi tingkat kebahagian masyarakat ini sangat penting. Mengapa? Karena pembangunan itu bukan hanya menyangkut aspek material, tetapi juga aspek kebahagiaan. Kondisi kebahagiaan dapat menjadi indikator kesejahteraan subyektif, yang digunakan untuk melengkapi indikator obyektif, seperti pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan. Kita belum memiliki data dan informasi yang secara khusus menggambarkan tingkat kebahagiaan masyarakat Kota Tebing Tinggi. Namun kita dapat memperkirakannya dari data Indeks kebahagiaan Sumatera Utara yang dihasilkan dari Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK). Indeks Kebahagiaan merupakan indeks komposit yang disusun oleh tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan yang esensial. Kesepuluh aspek tersebut secara substansi dan bersama-sama merefleksikan tingkat kebahagiaan yang meliputi kepuasan terhadap: 1) kesehatan, 2) pendidikan, 3) pekerjaan, 4) pendapatan rumah tangga, 5) keharmonisan keluarga, 6) ketersediaan waktu luang, 7) hubungan sosial, 8) kondisi rumah dan aset, 9) keadaan lingkungan, dan 10) kondisi keamanan. Setiap aspek kehidupan memiliki besaran kontribusi yang berbeda-beda terhadap indeks kebahagiaan. Hal ini terjadi karena perbedaan penilaian mengenai derajat pentingnya setiap aspek kehidupan terhadap tingkat kebahagiaan secara keseluruhan. Semakin besar kontribusi suatu aspek kehidupan, menunjukkan semakin penting aspek tersebut bagi indeks kebahagiaan. Untuk Provinsi Sumatera Utara, jumlah sampel pada SPTK 2014 adalah sebesar 4.487 rumah tangga yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Menurut wilayah, komposisi responden di perdesaan lebih besar dibanding perkotaan, masing-masing 56,16 persen dan 43,84 persen. Sebanyak 65,23 persen responden adalah kepala rumah tangga, sedangkan lainnya adalah pasangan kepala rumah tangga (istri/suami). Berdasarkan jenis kelamin, responden laki-laki lebih banyak dibanding responden perempuan, yaitu masing-masing 50,70 persen dan 49,30 persen. Selain itu, sebagian besar responden berpendidikan tamat SMA/MA/SMK/SMALB/Paket C (27,97%) dan hanya sekitar 9,36 persen responden yang tamat perguruan tinggi. Indeks kebahagiaan Sumatera Utara tahun 2014 sebesar 67,65 pada skala 0 – 100. Dengan menggunakan data ini, maka dapat dikatakan bahwa Indeks Kebahagian Masyarakat Kota Tebing Tinggi di tahun 2014 adalah sebesar 67,65 pada skala 0 – 100. Nilai ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 68,28. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan yang semakin bahagia, demikian pula sebaliknya, semakin rendah nilai indeks maka penduduk semakin tidak bahagia. Empat aspek kehidupan yang memiliki kontribusi paling tinggi adalah pendapatan rumah tangga (14,28%), pekerjaan (13,06%), kondisi rumah dan aset (12,98%), serta pendidikan (12,88%). Tingkat kepuasan penduduk Sumatera Utara terhadap keharmonisan keluarga adalah paling tinggi (77,48). Sementara itu, tingkat kepuasan yang paling rendah terjadi pada aspek pendidikan (57,76). Secara lengkap, tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan disajikan pada Gambar 1.

Tingkat Kepuasan Hidup Masyarakat SUMUT Terhadap 10 Aspek Kehidupan, 2014

Tingkat Kepuasan Hidup Masyarakat SUMUT Terhadap 10 Aspek Kehidupan, 2014

Temuan menarik Beberapa temuan menarik yang dihasilkan dari indeks kebahagiaan Sumatera Utara berdasarkan karakteristik demografi dan ekonomi, yaitu:

a. Indeks kebahagaian penduduk di perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan di perdesaan (69,94 banding 65,50).

b. Penduduk berstatus belum menikah dan menikah cenderung relatif sama indeks kebahagiaannya, yakni sekitar 68. Mereka yang berstatus cerai lebih rendah indeks kebahagiaannya, yaitu cerai hidup (63,09) dan cerai mati (65,59).

c. Penduduk umur dibawah 24 tahun memiliki indeks kebahagiaan tertinggi (68,63), sementara penduduk lansia (kelompok umur 65+) mempunyai indeks kebahagiaan paling rendah (65,25).

d. Ada kecenderungan dengan makin banyak anggota rumah tangga, maka indeks kebahagiaan cenderung semakin tinggi. Namun hal ini hanya berlaku hingga anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Ketika jumlah anggota rumah tangga meningkat menjadi 5 atau lebih, maka indeks kebahagiaan cenderung menurun.

e. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula indeks kebahagiaan. Penduduk yang tidak/belum pernah sekolah mempunyai indeks kebahagiaan paling rendah (58,22), sementara indeks kebahagiaan tertinggi pada penduduk dengan tingkat pendidikan S2 atau S3 (76,66).

f. Semakin tinggi rata-rata pendapatan rumah tangga, maka indeks kebahagiaan cenderung semakin tinggi. Pada tingkat pendapatan 4,8 s.d 7,2 juta rupiah per bulan, indeks kebahagiaannya mencapai 75,33, sementara pada tingkat pendapatan 1,8 juta rupiah ke bawah maka indeks kebahagiannya hanya 62,97.

Advertisements

About swamandiri

Rusman R. Manik. Minat pada pengembangan local good governance. Selamat datang di SWAMANDIRI.wordpress.COM. Berbagi utk pengembangan local good governance.
This entry was posted in Berita, Data, Diskusi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Mohon masukan dan kritikan konstruktif. Terimakasih

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s