Kajian Ekonomi Regional Provinsi Sumatera Utara Triwulan III-2014

Sumber: Bank Indonesia, download laporan lengkap dari link ini

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III 2014 tumbuh sebesar 5,3% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II 2014 sebesar 5,5% (yoy). Dari sisi permintaan, relatif melambatnya pertumbuhan didorong oleh perlambatan pada pertumbuhan konsumsi swasta dan ekspor. Dari sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi didorong oleh melambatnya sektor sekunder dan tersier seperti Industri Pengolahan, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan serta sektor Jasa. Sementara itu, penggerak utama perekonomian Sumatera Utara pada triwulan laporan diantaranya berasal dari sektor Perdagangan, Hotel & Restoran (PHR).

Penurunan tekanan inflasi Sumatera Utara kembali berlanjut hingga akhir triwulan laporan. Inflasi Sumatera Utara pada akhir triwulan III 2014 tercatat sebesar 4,35% (yoy), turun signifikan dari realisasi pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,17%(yoy). Penurunan tekanan inflasi pada triwulan laporan juga terjadi di seluruh kota IHK Sumatera Utara, kecuali Sibolga. Tidak hanya lebih rendah terhadap pencapaian di triwulan sebelumnya, realisasi inflasi Provinsi Sumatera Utara pada akhir triwulan III 2014 tersebut juga masih lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional.

Kinerja Perbankan Sumatera Utara pada triwulan III 2014 tumbuh melambat seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari total aset, DPK dan penyaluran kredit perbankan di Sumatera Utara yang tumbuh melambat, Loan to Deposit Ratio (LDR) yang menurun serta meningkatnya rasio Non Performing Loans (NPL) meski masih dalam batas aman. Di sisi lain, ketahanan sistem keuangan baik di sektor korporasi, UMKM, maupun rumah tangga masih terjaga cukup baik walaupun terdapat kecenderungan risiko yang semakin tinggi.

Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan penurunan, begitu juga dengan kondisi kesejahteraan. Kondisi ini tercermin dari berbagai indeks seperti penurunan angkatan kerja, indeks ketersediaan lapangan kerja, indikator jumlah tenaga kerja, indeks penghasilan, indeks keyakinan konsumen, dan Nilai Tukar Petani. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara justru mengalami penurunan yang didorong oleh menurunnya jumlah tenaga kerja baik yang bekerja maupun yang pengangguran. Secara sektoral, penurunan penyerapan tenaga kerja terjadi pada sektor Pertanian dan sektor Jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan.

Mencermati perkembangan indikator ekonomi terkini, perekonomian Sumatera Utara pada triwulan IV 2014 diperkirakan relatif stabil dengan kecenderungan menurun jika dibandingkan triwulan III 2014. Dari sisi permintaan, peningkatan impor diperkirakan akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi ditengah terakselerasinya sektor lain. Sementara itu, masih tertahannya sektor Industri Pengolahan pada sisi penawaran juga diperkirakan menyebabkan berlanjutnya kontraksi pertumbuhan ekonomi hingga triwulan IV 2014. Sementara itu, inflasi Provinsi Sumatera Utara pada akhir triwulan IV 2014 diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2014. Secara keseluruhan tahun, inflasi Provinsi Sumatera Utara pada 2014 diperkirakan akan jauh lebih rendah dari tahun 2013 dan diprediksikan sekitar 4,6%-5,0% (yoy).

Advertisements

About swamandiri

Rusman R. Manik. Minat pada pengembangan local good governance. Selamat datang di SWAMANDIRI.wordpress.COM. Berbagi utk pengembangan local good governance.
This entry was posted in Info and tagged , . Bookmark the permalink.

Mohon masukan dan kritikan konstruktif. Terimakasih

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s